Hero Image
Tuesday, 13 October 2026
Berita

Ajak Siswa Peduli Lingkungan, FAPERTA UMNU Kebumen Edukasi Pengolahan Limbah Organik di SMKN 1 Karanganyar

10 April 2026 Admin
Ajak Siswa Peduli Lingkungan, FAPERTA UMNU Kebumen Edukasi Pengolahan Limbah Organik di SMKN 1 Karanganyar

akultas Pertanian dan Peternakan (FAPERTA) Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa Sosialisasi dan Praktik Pengelolaan Limbah Organik Melalui Pembuatan Pupuk Kompos pada Senin (6/4/2026). Bertempat di lingkungan SMK Negeri 1 Karanganyar, kegiatan edukatif ini menyasar ratusan siswa kelas 10 sebagai upaya menumbuhkan kepedulian lingkungan dan kesadaran mengolah sampah sejak dini.

Hadir sebagai narasumber utama, Dekan FAPERTA UMNU Kebumen, Umi Barokah, M.P., memberikan pembekalan materi mengenai pentingnya mengurai permasalahan limbah organik di sekitar kita. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pemanfaatan sampah dapur dan daun kering menjadi produk yang bernilai guna melalui teknik pemutakhiran pupuk kompos yang tepat, aman, dan mudah dipraktikkan oleh para siswa di rumah maupun lingkungan sekolah.

Tidak hanya mendengarkan teori, para siswa kelas 10 SMKN 1 Karanganyar juga diajak untuk terjun langsung mempraktikkan proses pemilahan, pencampuran bahan, hingga tahapan fermentasi kompos. Melalui sinergi antara FAPERTA UMNU Kebumen dan sekolah ini, diharapkan para pelajar mampu mengimplementasikan keterampilan pengelolaan limbah organik tersebut secara konsisten demi mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dan berwawasan hijau.

Edukasi pengolahan limbah organik yang diselenggarakan oleh FAPERTA UMNU Kebumen bersama Umi Barokah, M.P. di SMKN 1 Karanganyar merupakan wujud nyata penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pendekatan pendidikan pembangunan berkelanjutan, serta SDGs Nomor 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDGs Nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui kegiatan ini, para siswa SMK tidak hanya dibekali wawasan kepedulian lingkungan sejak dini, tetapi juga dilatih secara praktis mendaur ulang limbah organik menjadi produk bernilai guna untuk mengurangi dampak emisi gas rumah kaca di lingkungan sekolah dan sekitarnya.

Bagikan: